Banyak link menarik di Slashdot, padahal kualifikasi F1 sedang berlangsung, dan mesti buru-buru pergi, jadi terpaksa di-bookmark di blog.
BBC Begins Open-Source Streaming Challenge
Spam: Born In The USA
Satire: Microsoft Windows: A Lower Total Cost of 0wnership
A Secure Open Protocol P2P Sales Architecture
Wi-Foo: The Secrets of Wireless Hacking
Saturday, August 14, 2004
Lagi-lagi Bookmark
Diposkan oleh
Andika Triwidada
0
komentar
An Itch I can't Scratch (Yet)
$ grep CONFIG_FB_VESA /boot/config-`uname -r`Apabila hasil tampilan perintah di atas adalah
CONFIG_FB_VESA=ydan kernel option anda memuat
vga=791maka coba jalankan perintah ini di virtual console #1 (tty1) (tekan Ctrl+Alt+F1 untuk pindah ke console #1 ini)
$ pstreemana tampilan yang anda peroleh?
(a) init─┬─fooatau
├─bar
(b) initqwqfooSejauh ini, untuk kernel versi 2.4.x saya memperoleh (a), sedangkan untuk kernel 2.6.x saya peroleh (b). Untuk kernel versi manapun, pada virtual console bukan pertama, hasil yang saya peroleh adalah (a). Keanehan lain, pada kernel versi 2.4.x dengan konfigurasi
tqbar
CONFIG_FB_VESA=msaya juga memperoleh (b). Ada apa gerangan? Bug di kernel? Bagaimana menelusurinya?
Diposkan oleh
Andika Triwidada
1 komentar
Friday, August 13, 2004
CoLinux: Cara Mudah Instalasi Linux di Lingkungan Windows
Cooperative Linux (yang open-source) memungkinkan kita menjalankan Linux di atas Windows, seperti laiknya VMWare (yang komersial) maupun Bochs (yang juga open-source). Tapi saya belum bisa membandingkan lebih mendalam lagi, karena saya baru sempat mencoba CoLinux.
Ada dua varian instalasi CoLinux yang saya coba:
1. memakai diskimage
2. memanfaatkan Linux yang telah terpasang di mesin yang sama
Varian pertama inilah yang ingin saya bahas.
Knoppix dan berbagai distro LiveCD lainnya sebenarnya juga dapat kita manfaatkan untuk memperkenalkan Linux, tanpa harus menginstal, di lingkungan yang penuh dengan Windows. Akan tetapi LiveCD punya kelemahan besar: (a) sulit mempertahankan persistensi, dan (b) membutuhkan CD drive.
Persistensi ini akan sangat terasa gunanya ketika kita harus mengubah isi instalasi, misalnya dengan menambah package baru, atau menyimpan konfigurasi yang telah susah payah kita otak-atik.
Colinux menjawab masalah persistensi itu karena semua perubahan yang terjadi di sistem terrekam pada diskimage.
Apakah feature ini memenuhi kebutuhan Anda juga?
Diposkan oleh
Andika Triwidada
2
komentar
Wednesday, August 11, 2004
Tahu dan Mengerti
Akhir-akhir ini saya teringat akan klasifikasi (pada sisi agak ekstrim) tentang Tahu dan Mengerti pada seseorang. Menurut klasifikasi ini, ada dua kolom ekstrim "Tidak Mengerti" vs "Mengerti", dan dua baris ekstrim "Tidak Tahu" vs "Tahu". Kombinasinya ada empat; dalam setiap hal, orang bisa:
a. Tidak tahu bahwa dirinya tidak mengerti
b. Tahu bahwa dirinya tidak mengerti
c. Tidak tahu bahwa dirinya mengerti
d. Tahu bahwa dirinya mengerti
Kelompok [a] mungkin bisa dikatakan sebagai kebodohan. (Perlu diperhatikan sekali lagi, bahwa klasifikasi ini spesifik untuk setiap masalah. Misalnya, saya masuk kelompok [b] dalam bidang mikrobiologi, tapi [d] untuk Linux). Mula-mula, saya pikir kelompok [a] bakal menjadi hal yang paling menyebalkan ketika 'analisis'-nya dimuat di berbagai media. Misalnya tentang "bumi itu datar".
Tetapi ternyata kelompok [b] bisa jauh lebih menyebalkan. Kelompok ini ternyata terpecah lagi menjadi dua: karena tahu diri, tidak berbicara. Pecahan kedua ini yang parah: tahu bahwa tidak mengerti, tetapi "ngeyel" dengan berbagai dalih yang membelokkan pokok pembicaraan.
Kelihatannya Rob Enderle termasuk ke dalam golongan itu. Silahkan baca keynote speech-nya di SCO Forum 2004. Sebelum dituduh FUD, Rob sudah lebih dahulu meramalkan
I can almost hear the little Groklaw brains working. No offense, no, actually go ahead and take offense I find this practice incredibly stupid. I've opened my mouth and all some of you heard was FUD FUD FUD FUD FUD.... sigh ...
Tentu saja Groklaw memuat ulasan tentang pidato Rob.
Kesalahpahaman (atau penjerumusan?) Rob dibahas juga disini.
Di sisi lain, saya sedang berusaha untuk pindah dari [b] ke [d] dalam masalah Linux dan resiko paten. Jadi apakah memang paten software perlu?
Tapi, jangan-jangan tulisan di atas malah menjelaskan secara gamblang bahwa saya masuk kelompok [a] dalam hal "Tahu dan Mengerti"? :D
Diposkan oleh
Andika Triwidada
3
komentar
Tuesday, August 03, 2004
It's Nice to be Important
... but it's more important to be nice. [Ebet Kadarusman (?)]
Goodbye nice people, we'll meet again next year. Hopefully.
Nice2004 sudah berakhir. Sangat sukses! Terima kasih atas kerja keras panitia yang dimotori oleh Aie dan Johar. Bagi yang menganggap bahwa biaya keikutsertaan acara ini mahal, barangkali bisa membandingkan dengan biaya yang perlu dikeluarkan untuk ikut Apricot yang pada Februari 2005 akan diselenggarakan di Kyoto, Jepang, atau tahun berikutnya di Bangalore, India. Memang di Apricot ada fellowship yang mencakup semua biaya hidup selama acara, tetapi kita masih harus mencari sponsor lain untuk transportasi dan fiskal. Tentu saja ada biaya pembuatan paspor dan (mungkin) visa. Mungkin ide fellowship ini perlu ditiru pada NiCE mendatang.
Ada beberapa kejutan bagi peserta NiCE 2004. Barangkali karena belum terbiasa membaca acara parallel maupun tersedianya fasilitas internet gratis melalui WiFi. (Tapi perlu bawa notebook sendiri)
Bagi Anda yang tidak sempat mengikuti acara kemarin, silahkan lihat foto dan paper. Jangan lewatkan kesempatan tahun depan!
Barangkali Anda ingin lebih ramai lagi? Coba kita usahakan agar Indonesia menjadi penyelenggara Apricot di tahun 2007
Diposkan oleh
Andika Triwidada
1 komentar
Monday, August 02, 2004
Jangan Biarkan CPU Anda Menganggur
Apakah Anda sering memakai top di Linux atau Task Manager | Performance di Windows? Berapa persen utilisasi CPU Anda pada 10 menit terakhir? Kurang dari 95%? Atau bahkan kurang dari 10%? Shame on you. Sumbangkan CPU Anda ke distributed.net, Great Internet Mersenne Prime Search, atau SETI @ Home.
Ketiga projek tersebut rasanya layak untuk dipromosikan sekali dalam setahun. Apa yang akan Anda peroleh dengan mengikuti proyek tersebut? Salah satu diantaranya adalah untuk mengukur seberapa banyak CPU yang Anda kendalikan pemanfaatannya :) dengan melihat statistik seperti ini, atau ini. Jangan lupa untuk
meminta ijin apabila pemanfaatan CPU tersebut bukan sepenuhnya wewenang Anda.
Apakah aplikasi itu membebani CPU dan menyebabkan proses lain lambat? Mestinya tidak. Aplikasi-aplikasi tersebut dirancang untuk berjalan pada prioritas terrendah, sehingga ketika ada aplikasi lain yang membutuhkan prosesor, secara otomatis CPU akan mengerjakan proses lain. Apakah ketika CPU terus beroperasi pada utilisasi 100%, tidak terjadi pemanasan lebih, atau bahkan kerusakan? Mungkin saja, apabila Anda melakukan overclocking atau CPU yang Anda pakai tidak memiliki proteksi thermal, dan posisi komputer Anda kurang baik sehingga sirkulasi udara kurang lancar.
Diposkan oleh
Andika Triwidada
1 komentar


