Tuesday, June 30, 2009

Mencoba Ksplice di Ubuntu 9.04

Ksplice mulai bisa dipakai di Ubuntu Jaunty. Bila sebelumnya baru berupa implementasi internal, kini ada layanan Ksplice Uptrack yang dapat dipakai oleh sebarang user untuk memperoleh update, mirip dengan anti virus.

Instalasi maupun update mudah, tapi perlu bandwidth memadai karena default timeout hanya 10 detik, yang berlaku untuk mendaftar (untuk memperoleh key), maupun untuk mengunduh setiap patch yang berukuran sampai sekitar 200kB. Berarti kita perlu bandwidth minimal sekitar 256 kbps.

Wednesday, May 27, 2009

Mengendalikan Proses Rakus CPU Di Linux

Kalau kita memakai laptop yang memiliki CPU multi core, lalu ada proses yang menghabiskan CPU, ada cara agar suhu CPU kita tidak melejit: memaksa CPU bekerja pada clock yang lebih rendah. Tapi bagaimana agar proses lain yang kadang perlu CPU bekerja secepat mungkin tidak ikut direm? Kita bisa gunakan kombinasi schedtool dan cpufrequtils.

# proses dipaksa hanya berjalan di CPU1, -a 0x1 untuk memaksa ke CPU0
$ sudo schedtool -a 0x2 PID_proses_rakus
# atur governor clock CPU1 ke userspace
$ sudo cpufreq-set -c 1 -g userspace
# paksa clock CPU1 maks 1.2GHz
$ sudo cpufreq-set -c 1 -u 1.2g

Thursday, May 21, 2009

Continuing Broken rsync

$ ls -lah|grep nanggar
-rwxrwxrwx 1 root root 675M 2009-05-04 02:20 nanggar-alternate-i386.iso
-rwxrwxrwx 1 root root 675M 2009-05-04 03:26 nanggar-cdlive-i386.iso
-rwxrwxrwx 1 root root 334M 2009-05-20 18:22 .nanggar-cdlive-i386.iso.ThN6oe

$ dd if=nanggar-cdlive-i386.iso of=2nd-part bs=1M skip=334
$ mv nanggar-cdlive-i386.iso nanggar-cdlive-i386.iso.prev
$ mv .nanggar-cdlive-i386.iso.ThN6oe nanggar-cdlive-i386.iso
$ cat 2nd-part >> nanggar-cdlive-i386.iso
$ rsync -avP cdimage.blankonlinux.or.id::cdimage/livecd-harian/current/nanggar-cdlive-i386.iso .
Why does it matter? Because we still need old, same parts from previous iso to prevent rsync redownload them again. But how to force rsync to know that old part was already downloaded? By putting them into the same iso of course.

Old iso consists of two parts: O1 and O2. New iso consists of two parts: N1 and N2. N1 has been downloaded into dotfile, while N2 is to be checked against O2, and we only need N2 vs O2 difference. So we need to create temporary iso, which consists of N1 (=dotfile) and O2, to enable rsync delta algorithm.

I hope this idea is clear enough.

Tuesday, May 05, 2009

Ternyata Kadang Masih Perlu Image Floppy

Untuk membuat berkas image floppy berukuran 1.44MB:

$ mkfs.msdos -C floppy0.img 1440
Lalu agar bisa diisi, di-mount loopback saja:
sudo mount -o loop,uid=1000 floppy0.img /mnt/floppy
Baru salin-salin berkas:
$ cp /path/to/source/file /mnt/floppy
Jangan lupa dilepas kaitnya sebelum dipakai:
$ sudo umount /mnt/floppy
Daftarkan di VirtualBox:
$ VBoxManage openmedium floppy floppy0.img

Sumber:
Create mount and copy floppy disks images under linux


menunggu komen hari gini masih pake floppy? :D

Wednesday, April 29, 2009

PCI Slot yang Sangat Spesial



Pantas mas BR sempat bingung pas mau pasang NIC baru. Saya sempat pasang NIC lain yang kebetulan punya 2 'coakan' (bahasa Indonesianya apa ya? :D) sehingga tetap bisa ditancapkan.

Update 20090429 17:47
Ternyata menurut Wikipedia, itu adalah slot PCI 3.3V *facepalm*
Terima kasih buat Vicong yang telah menyadarkan saya.

Mencoba Ubuntu Jaunty Netbook Remix

Axioo CMPC gagal mengenali modem USB Sierra Wireless Compass 885 mungkin karena versi kernel 2.6.22 terlalu tua. Daripada upgrade distro bawaan mesin yang merupakan turunan PCLinuxOS, yang lebih memerlukan interaksi intensif, saya coba saja UNR, dengan harapan berbagai tool untuk konfigurasi sudah lebih netbook-friendly.

Langkah pertama tentu saja menyiapkan media boot, yaitu USB flash 2 GB. Percobaan instalasi dengan cara mudah ternyata malah tidak mudah. Proses penulisan ke flash sangat lambat. Saya coba cara alternatif memakai dd dengan bs=1M. Lancar. Rupanya 'cara mudah' juga memanggil dd tapi parameter bs=1k (doh).

Boot lancar. Konfigurasi modem USB beres (walaupun ternyata dialog konfigurasi juga masih tidak netbook-friendly karena tinggi tampilan dialog > dari tinggi layar). Sound lupa dicoba. Ethernet belum dicoba karena di rumah tidak ada ethernet hub/switch. Wifi belum dicoba. Setelah Dian mencoba live distro ini dan puas, nanti distro lama akan ditimpa, dan testing lain dilengkapi. Stay tuned!

update: Koneksi ke AP WiFi yang memakai WPA lancar, jauh lebih mudah daripada PCLinuxOS.
update-2: Sound dan ethernet tidak bermasalah. Sleep + hibernate belum lancar, perlu tweak (ToDo).
update-3: 2 Mei 2009. Sleep lancar setelah di-patch (lihat bug report Ubuntu no 370778), hibernate tidak ada masalah.

Thursday, April 23, 2009

Tips Nekat Ambil ISO Untuk Para Fakir Bandwidth (a.k.a Menyambut Rilis Ubuntu 9.04)

Ingin segera merasakan Ubuntu 9.04 tapi fakir bandwidth? Kalau anda sudah punya ISO 9.04 RC, trik ini bisa dipakai:

$ cp ubuntu-9.04-rc-desktop-i386.iso ubuntu-9.04-desktop-i386.iso
$ rsync -avP mirror.favorit.anda::ubuntu-releases/.pool/ubuntu-9.04-desktop-i386.iso .
receiving incremental file list
ubuntu-9.04-desktop-i386.iso
96623225 13% 81.49kB/s 2:10:08
Apa untungnya? Sebenarnya ISO 9.04-rc vs 9.04 hanya berbeda 'sedikit'. Dengan rsync anda hanya perlu mengambil perbedaannya, yang pasti jauh lebih kecil daripada ukuran ISO yang ~700MB. Perhatikan bahwa kecepatan unduh pernah mencapai angka yang berlipat-lipat daripada bandwidth anda. Pada saat itu, rsync mengambil potongan dari salinan lokal alih-alih dari server sumber.

Selamat menikmati Jaunty Jackalope!

ps: titik tunggal di akhir baris perintah jangan sampai tertinggal

update: pemakaian rsync dapat menghemat 584 MB
   732909568 100%  271.13kB/s    0:43:59 (xfer#1, to-check=0/1)

sent 189658 bytes received 148727157 bytes 55973.24 bytes/sec
total size is 732909568 speedup is 4.92