Tuesday, February 14, 2006

Back To Kernel Tweaking

Setelah beberapa bulan tidak sempat ngoprek kernel di laptop MB05, akhirnya beberapa hari yang lalu sempat juga. Masalah pertama adalah WiFi. Driver ipw2100 bawaan kernel 2.6.15 maupun dari Sourceforge gagal diaktifkan dengan pesan kurang lebih failed to load firmware. Ini terjadi setelah saya secara tidak sengaja me-remove package hotplug yang konflik dengan udev (kalau tidak salah). Ketika hotplug saya pasang ulang, ipw2100 tidak berhasil diaktifkan. Solusinya? Terpaksa saya pakai ndiswrapper plus driver untuk Intel(R) PRO/Wireless LAN 2100 3A Mini PCI Adapter.

Tweaking kedua yang saja coba adalah pemanfaatan captive yang memakai FUSE agar tetap bisa mengakses partisi NTFS pada mode read-write. Akses terasa lambat ketika cron yang memperbarui database locate berjalan di latar belakang. Pemakaian memori cukup boros. Tapi hal ini lebih praktis daripada harus reboot ke Windows XP untuk menulis ke partisi NTFS.

Hal ketiga adalah percobaan bootsplash (I know, it's sooooo late to try just now). Masih ada masalah dengan tidak tampilnya grafik di virtual console pertama. Grafik tampil mulus di vc #2 s/d #6. Apa yang mesti saya disable? Mungkin ada package lain yang mengubah konfigurasi frame buffer di console #1.

Masih ada masalah yang belum terpecahkan pada kernel seri 2.6 baru: winmodem tidak bisa aktif.... sigh.

Mungkin setelah ini saya akan mencoba *lagi* swsusp2. Memang Linux sangat tertinggal dalam fitur ini, kelihatannya karena para developer belum bisa sepakat tentang pendekatan terbaik implementasi suspend di Linux. Mengutip posting Bojan Smojver di LKML:

Here are the facts from my notebook suspend2 actually does work, works reliably, is fast and pretty, none of which is true for swsusp. From my user perspective, the refusal to merge suspend2 into mainline etc. is just contributing to one thing - Linux not having decent suspend/resume in vanilla tree.

I travel on the train every day and I can confidently say that I'm the only person there with a Linux based notebook. Everyone else is having Windows or an occasional Mac. These people *never* have to worry about suspending and resuming - it just works for them. That's because Microsoft and Apple decided this was important many, many years ago.

Unless mainline kernel folks decide to give people something that works and works reliably, this thing will drag on for many more years, I'm afraid. Ah well, as long as you keep the great job releasing suspend2 for the up-to-date kernels, at least one more Linux notebook will be able to suspend/resume properly.

2 comments:

Priyadi said...

* daripada ngeakses NTFS dari Linux, mendingan ngeakses ext3 dari Windows
* disini pake gensplash (http://dev.gentoo.org/~spock/projects/gensplash/), bukan bootsplash
* udah pake swsusp2 dari dulu, jalan di 2.6.12 tapi gak tau kenapa gak jalan di 2.6.13

Toni said...

@priyadi
* mengakses r/w? Saya dulu pernah pake ext3 driver di WinXP. Working good, cuman ada side effect. Tampaknya ada sedikit cacat pada drivernya sehingga memunculkan oops saat dibaca dari Linux. Efek visualnya: unutk me-list suatu folder menjadi sangat lama, dan ujung-ujungnya dapet oops dari driver ext3-nya. Setelah pemakaiannya saya hentikan, my life has back to normal :)

* bootsplash? Dari dulu masih mimpi .. dulu sempat nyoba waktu nyoba mandrake. Ada GUI toolnya, which was insanely hard to understand :D

* suspend. pernah ngerasain sekali waktu setup laptop "temen". Kesan pertama mengagumkan, setelah itu entah kenapa gk bsia lagi suspend waktu ditutup laptopnya. yang jelas, mysqld harus dishutdown manual biar bisa suspend :D

--
http://blog.neofreko.com