Monday, April 28, 2008

Lontara Telah Rilis

Tim pengembang Blankon telah merilis versi 3.0 distro Blankon yang dinamai Lontara. Selamat! Sayang sekali saya tidak dapat membantu pengembangan maupun testing seperti pada versi 2.0.

Rilis kali ini terdiri dari dua varian: live CD normal dan live CD minimalis. Silahkan dicoba!

Friday, April 25, 2008

Quicklinks for 20080425

Tren popularitas bahasa pemrograman. Didaftar sampai 100 bahasa. Berapa banyak yang anda kuasai? Berapa yang pernah anda pakai? Berapa yang pernah anda temui?

Ksplice: tool untuk mem-patch kernel Linux secara live tanpa perlu reboot. Siapa tahu mesin anda dapat menyaingi WVNETcluster yang memiliki uptime 11 tahun+, tapi tetap aman!

Wednesday, April 23, 2008

Half Full Cup Instead Of Half Empty

Budi Rahardjo telah sangat berbaik hati melibatkan saya dalam acara Security Issues 2008. Saya sedang menjadi pendengar pada sesi Arry AA sempat muncul kisah dari salah satu peserta, dimana auditor memakai istilah opportunities for improvement (OFI) sebagai ganti findings/temuan. Ini adalah hal yang mungkin terlihat sepele, tapi dapat berdampak besar. Selama ini ketika kami melakukan security audit, laporan sering dihiasi oleh kata-kata temuan. Beberapa klien menanggapi laporan seperti itu secara defensif, yang sangat boleh jadi dipicu oleh konotasi negatif dari kata temuan.

Kata temuan lebih menitik-beratkan kepada masalah, dan bukan solusi. Di alam bawah sadar auditor, mungkin muncul ide

"hore, saya sudah berhasil memperoleh temuan, jadi pekerjaan saya sukses, titik"
sedangkan pihak klien akan membatin
"wah, ada tambahan beban kerjaan baru lagi nih, ngerepotin aja"
Bukan suatu hal yang konstruktif.

Bila kita memakai OFI (yang diterjemahkan menjadi peluang perbaikan) sebagai pengganti kata temuan, maka akan ada dampak positif ke klien, karena mereka tidak merasa disalahkan atau diserang.
"Jaringan nirkabel milik perusahaan bapak sudah memakai enkripsi WEP, yang telah kami buktikan dapat ditembus dalam waktu sekian menit. Menurut kami ada peluang perbaikan dengan mengganti metoda enkripsi WEP menjadi WPA yang jauh lebih kuat."

Tentu saja sekedar mengganti temuan dengan peluang perbaikan tidak menyelesaikan masalah. Perubahan terpenting adalah pergantian sudut pandang negatif (mencari masalah) menjadi positif (mencari solusi). Kita mempunyai tambahan pekerjaan untuk mengusulkan solusi, bukan sekedar memaparkan masalah. Bagaimana menurut anda?

Monday, April 21, 2008

Pengalaman Mengurus SIM di Kab. Bandung

Minggu lalu istri saya akhirnya sukses mengurus penggantian SIMnya yang hilang. Prosesnya cukup melelahkan, baik lahir maupun batin. Ceritanya bermula ketika dompetnya tertinggal di suatu tempat. Seperti biasa, begitu merasa dompet hilang, isinya dicoba didaftar. Ternyata salah satu isi penting adalah SIM-A. Langsung lapor ke Polisi. Saat itu kami masih merasa biasa-biasa saja. Diasumsikan sekedar dengan berbekal surat laporan ke Polisi tersebut, pengurusan pembuatan SIM pengganti bakal mudah. Karena kami tinggal di Bandung coret, maka mengurus penggantian SIM ini mesti dilakukan di Soreang, pindah dari Cimahi tempat istri saya mula-mula membuat SIM. Ternyata karena istri tidak memiliki fotokopi SIM lama, data untuk pembuatan SIM pengganti mesti diminta secara manual dari Cimahi. Jadi episode pertama kisah ini harus berakhir.

Beberapa hari kemudian, kami ke Cimahi untuk mengambil data SIM lama. Karena perjalanan dari Cimahi ke Soreang dianggap memakan waktu terlalu lama, maka episode hari kedua berakhir. Sigh. Mulai capek.

Kesempatan berikutnya, pagi-pagi istri berangkat sendiri ke Soreang untuk menuntaskan proses. Ternyata ada kejutan: ada peraturan baru, yang mulai efektif 2 hari sebelumnya, tentang prosedur pembuatan SIM pengganti yang sebelumnya tidak diperlukan.
1. surat laporan kehilangan ke polisi terdekat/manapun
2. lapor ke bagian reskrim (disini diinterogasi tentang detil kejadian hilangnya SIM)
3. lapor ke bagian tilang lantas (untuk memastikan tidak ada kasus yang 'mencekal' SIM lama, tapi alih-alih diurus tilangnya, pemilik membuat laporan kehilangan palsu untuk mendapatkan SIM pengganti)
4. pasang iklan tentang kehilangan SIM ke surat kabar; tunggu seminggu, baru bisa melanjutkan proses pembuatan SIM pengganti
Aaaargh! Hari ke tiga berhenti disini.

Setelah memasang iklan (cari koran yang biaya iklannya murah, tidak harus Pikiran Rakyat) dan menunggu seminggu, istri kembali lagi ke Soreang. Prosesnya mulus. SIM baru segera jadi. Episode 4 berakhir.

Pengurusan SIM kali ini ketat, kita tidak bisa menitipkan prosesnya ke pihak lain, tentu saja kita tidak perlu mengeluarkan biaya siluman. Tapi waktu 4 hari 'terbuang' dan juga biaya transportasi Bandung - Soreang pp dan Bandung - Cimahi pp jauh lebih besar daripada biaya pembuatan SIM.

Di hari pertama sempat dicoba untuk membuat SIM baru daripada berlelah-lelah mengurus pemindahan. Tapi ternyata karena tidak siap, istri saya gagal dalam tes tulis! Jadi kembali ke plan A.

lesson learned: buat fotokopi SIM lama dan simpan terpisah dari dompet yang memuat SIM asli

ps: kalau yang hilang adalah STNK, iklan mesti dipasang 2x, laporan juga ditambah dengan ke pihak polda.
pps: aturan di atas juga berlaku untuk Kodya Bandung

Saturday, March 29, 2008

Web-based Image Editor


Tertarik atas info dari maseko, maka saya juga mencoba mendaftar. Apa boleh buat, ternyata konfigurasi mesin saya (Linux Intel 32 bit + Firefox) belum cocok dengan Photoshop Express: saya gagal meng-upload gambar, juga gagal menyedot gambar yang telah terpasang di FaceBook. Mungkin plugin Flash Player untuk Firefox di Linux tidak selengkap di Windows fitur-fiturnya.

Walaupun begitu, tampilan full-screen-nya sangat bagus, seolah bukan aplikasi berbasis web.

Berani mencoba di Linux anda? di Mac anda? di Solaris anda?

Saturday, March 15, 2008

Perempat Final Liga Champions 2008

                          1st    2nd
Roma - Man. United 01/04 09/04
Schalke - Barcelona 01/04 09/04
Fenerbahce - Chelsea 02/04 08/04
Arsenal - Liverpool 02/04 08/04

Tuesday, March 04, 2008

Instalasi Linux Berganda Pada Satu Partisi

Selama ini saya menyiapkan satu partisi khusus untuk setiap instalasi Linux. Kalaupun saya memakai chroot, biasanya proses aktivasi instalasi dibawah chroot tersebut selalu didahului dengan aktivasi instalasi induk. Tapi posting di LKML ini membuka mata saya:

kernel /boot/vmlinuz-2.6.24-inst01 root=/dev/sda6 ro init=/inst01/lib/ld-linux.so.2 --library-path /inst01/lib /inst01/usr/sbin/chroot /inst01/ /sbin/init
kernel /boot/vmlinuz-2.6.24-inst02 root=/dev/sda6 ro init=/inst02/lib/ld-linux.so.2 --library-path /inst02/lib /inst02/usr/sbin/chroot /inst02/ /sbin/init
...
Apa keuntungannya? Penghematan, dan terutama, fleksibilitas space! Sudah saatnya menggabung 11 partisi di harddisk eksternal tinggal menjadi 2 (ext3 dan NTFS).