Saturday, January 22, 2005

Late Adopter, How To Reverse?

Dunia IT memang berkembang terlalu cepat, sehingga untuk tetap survive, kita perlu menjadi early adopter. Masalahnya, berbagai toy baru di bidang IT tidak lepas dari perangkat keras, yang biasanya sangat mahal pada masa awal, dan turun drastis setelahnya. Beberapa hal yang saya ikuti cukup terlambat: GPRS (been there, done that, unimpressed), PDA (sampai sekarang belum punya, hanya coba-coba tidak serius, pinjam sana-sini), Skype (ujicoba di link 64 kbps kurang mulus?), CD writing (mulai terasa kurang, perlu pindah ke DVD writing?), GPS (start cukup awal, tapi deliver produk kurang cepat), WiFi (just for personal use).

Beberapa hal yang menarik dan ingin saya coba saat ini adalah Software Defined Radio, RFID, CDMA untuk transmisi data, GPS differential & RTK, Quality of Service, Service Level Management, Asterisk (open source PBX). Ada yang mau sumbang saran tentang hal menarik lain agar saya lebih bingung memilih? :D Prioritas saya adalah early adoption teknologi yang biayanya masih cukup terjangkau oleh saku pribadi, atau perusahaan saya yang kecil mungil.

Tuesday, January 11, 2005

Selamat Jalan, Pak Hans

Telah wafat bapak Hans Wospakrik, dosen di Jurusan Fisika ITB, karena leukimia. Cerita tentang beliau disajikan dengan sangat menarik oleh Salomo Simanungkalit di Kompas dengan judul Fisikawan dari Papua yang Membuana. Saya kagum dengan beliau, yang sekian lama tetap setia menekuni ilmu Fisika, dan bahkan bisa berbicara di tingkat dunia. Saya hanya bisa kagum, karena saya tidak mampu melakukannya, bahkan malah mencari nafkah di bidang yang muatan fisikanya cukup rendah.

Selamat jalan Pak Hans ... semoga para penerusmu bisa menghasilkan karya yang lebih dari pengajarnya, karena didikanmu dan teladanmu.

Monday, January 10, 2005

They are so selfish???

... bulletin issued by the Pacific Tsunami Warning Center 15 minutes after the earthquake: "This bulletin is for all areas of the Pacific basin except Alaska, British Columbia, Washington, Oregon, California. ... This earthquake is located outside the Pacific. No destructive tsunami threat exists."

This is from an article which is referred by Open Tsunami Alert System, which I got from Cringely's links of the week, mentioned in Cringely's prediction for 2005, which was posted in Slashdot. Whew. Long way traveled ...

But, do you think this article is also reflect my chosen title (in the sense of who was complaining, not the real heroes which were complained very bitterly)?

Thursday, January 06, 2005

Wartawan IT di Media Indonesia Perlu Smurf?

DivX, Simpan Ratusan Data Film dalam 1 CD: judul yang sangat bombastis. Siapa yang tidak tertarik membaca? Coba kita lihat kelanjutannya

... pemakai DivX mampu memadatkan data dari cakram DVD menjadi hanya sepersepuluh dari ukuran sebenarnya ...
Ok, berarti satu DVD bisa diisi 10 buah film, bukan hanya satu seperti biasanya. Di bagian berikutnya kita temui
...dengan memakai DivX, sebuah DVD berisi 4,7 GB dapat dikompres ukurannya sampai sekitar 700 MB dan kualitas gambarnya tetap baik...
Ini artinya satu buah CD dapat menyimpan film yang biasanya butuh satu buah DVD. Tapi sampai akhir artikel, saya tidak berhasil menemukan hitungan, atau paling tidak penjelasan, bagaimana mungkin kita menyimpan ratusan data film hanya dengan memanfaatkan satu buah CD.

Penjelasan logisnya barangkali:

  • data dalam judul berita itu harus dibaca sebagai meta data alias data pelengkap, bukan seluruh film. atau ...
  • CD yang dibahas bukan CD biasa, tapi CD super canggih yang kapasitasnya bukan 700an MB, melainkan 70 GB. atau ...
  • penulis artikel tersebut juga menulis berita agak heboh ini

Friday, December 31, 2004

Database Pencarian Korban dan Yang Selamat dari Bencana Tsunami di Sumatera

Menjawab keinginan Budi Rahardjo untuk membuat database yang memuat tentang korban bencana tsunami (terutama) di Sumatera, Harry Sufehmi telah membuat wiki Pusat Data Aceh.

Sebenarnya pemakaian nama Aceh disini mungkin terlalu sempit, karena Sumatera Utara juga ikut terkena imbas.

Tuesday, December 28, 2004

Software Defined Radio, A Dream (Almost) Come True

Ketertarikan saya ke dunia radio mulai berkembang ketika saya mengikuti ujian Orari pada tahun 1980, ketika saya masih duduk di kelas 3 SMP. Saat itu saya memperoleh callsign YD3BXH. Aneh tapi nyata, bahwa callsign tersebut beberapa saat kemudian diubah menjadi YD3MKX ketika saya akhirnya menerima surat Ijin Amatir Radio (IAR). Tapi biarlah. MKX lebih enak dipakai dalam kode morse: da-dah da-dit-dah da-dit-dit-dah, daripada BXH: da-dit-dit-dit da-dit-dit-dah dit-dit-dit-dit. Di masa itu, teknologi yang dipakai di daerah saya sedang dalam masa peralihan dari tabung radio ke transistor.

Tapi kantong seorang pelajar SMP memang tidak memadai untuk mendukung hobi mahal itu. Sehingga saya akhirnya terpaksa meninggalkannya.

Akhir-akhir ini, Software Defined Radio (SDR) mulai berkembang. Sistem ini dibangun dari hardware yang bodoh digabung dengan software yang cerdas. Hasilnya luar biasa, sistem mampu menerima (dan mungkin juga mengirim) berbagai macam tipe modulasi: AM, FM, SSB, dsb. Bahkan sinyal HDTV, GPS, dan WiFi.

Tapi ternyata harga hardware SDR yang saat ini mencapai sekitar US$ 450 (motherboard) + 50 (RX daughterboard) + 80 (Asian shipping) masih belum terjangkau :( ...

Monday, December 27, 2004

Microsoft vs Microsoft (or to be more exact: IE6 vs Hotmail)

http://www.swelltech.com/news.html memuat info tentang ketidakcocokan IE6 dengan Hotmail.

Recent changes at Hotmail.com and within IE6 has led to some users receiving a blank page in response to a login request when browsing through a proxy operating in interception, or transparent, mode. This is due to Internet Explorer 6 sending a syntactically incorrect Accept-Encoding header for requests to Hotmail.com.
Jadi siapa yang salah? Microsoft atau Microsoft? :D